Kompas, 30 Juli 2010
Kekompakan Petani Cabai Memerdekakan
Petani cabai merah keriting di pesisir selatan Kulonprogo kini tidak lagi menanggung rugi akibat ulah pedagang. Lewat sistem pasar lelang, mereka mendapat harga panen yang layak sesuai harga pasar yang berlaku. Setelah memanen cabainya, Rabu (28/7), Suradal (39) segera mengangkat hasil panennya ke pasar lelang terdekat di Desa Bugel, Panjatan, Kulonprogo. Di sana onggokan cabai merah keriting petani lain sudah tiba lebih dulu. Hasil panen milik Suradal diletakan di bagian depan pasar lelang. Bobotnya lebih dari 3 kuintal.
Setelah mengantar hasil panennya, Suradal bergabung dengan petani lain. Pukul 19.00, mereka masih punya waktu satu jam sebelum hasil lelang diumumkan. Malam itu, ada 3 pedagang yang langsung menawarkan harganya . 4 pedagang lain menawar melalui sms. Lelang dilakukan tertutup sehingga masing-masing pedagang tidak saling tahu harga yang ditawarkan pedagang lain.
Pukul 20.00, petugas lelang menutup penawaran. Daftar harga dari 7 peserta lelang kemudian ditulis berurutan di papan tulis. Para petani dan peserta lelang memperhatikan daftar harga dengan seksama. Setelah semua daftar ditulis, terlihat harga penawaran tertinggi berasal dari pedagang bernama Wahyu. Ia menawar lewat pesan SMS Rp 23.691 per kilogram. Harga lelang malam itu dibawah harga malam sebelumnya yang mencapai Rp 25.000,00 per kg. Namun Suradal tak kecewa karena harga impas untuk cabai merah keriting degan harga Rp 4.600.00 per kg.
Usai pengumuman hasil lelang, para pedagnag yang datang bergeges menuju lokasi pasar lelang yang lain. Jika ingin mendapat untung, mereka harus mendapat barang. Oleh karena itu, mereka juga memantau proses lelang di lokasi yang lain.
Ketua kelompok tani Grisik Pranaji di Desa Bugel, Sukarman menuturkan, saat ini ada 21 titik pasar lelang di pesisir selatan Kulonpprogo. Pada musim panen, pasar-pasar itu aktif setiap malam.
Sepintas sistem pasar lelang ala petani itu sangat sederhana. Namun, melalui sistem yang sangat sederhana ini, petani cabai lepas dari kecurangan pedagang. Kuncinya ada pada kekompakan petani. Selama mereka kompak menjual hasil penennya di pasar lelang, pedagang tak bisa berkutik.
HINDARI PENIPUAN
Menurut Sukarman, dulu petani kerap ditipu pedagang karena tak memiliki informasi harga panen yang berlaku dipasar. Melihat kondisi semacam itu, para petani cabai merah keriting di pesisir selatan Kulonprogo membentuk pasar lelang mandiri. Bedanya jauh. Dari lahan, pedagnag bisa mengambil harga cabai dengan harga Rp 8.000,00 per kg. Di pasar lelang, harga bisa naik menjadi Rp 18.000,00 per kg, katanya.
Pasar lelang di pesisir selatan dirintis tahun 2002 di Desa Garongan. Tahun 2003, kelompok tani di desa Bugel ikut mendirikan pasar lelang yang diikuti degan pembentukan paasar-pasar lelang lainnya. Awlanya para pedagang sempat berkoordinasi untuk menjatuhkan harga lelang, tetapi praktek itu agak bisa dilakukan, ujarnya.
Saat harga cabai tinggi seperti sekarang, suasana di pasar-pasar lelang kian hidup. Koordinataor pasar lelang Bugel 2, Kadari menuturkan , selama lebih dari satu bulan terakhir, harga lelang cabai selalu diatas Rp 20.000 per kg. Petani kompak, petani untung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar